Bubble Tea adalah minuman berbahan dasar teh, susu, dan boba. Bubble tea yang klasik biasanya menggunakan teh hitam. Namun, seiring perkembangan zaman dan inovasi, kedai bubble tea biasanya menawarkan berbagai jenis teh seperti melati, hijau, oolong, matcha, teh buah, earl grey, dan lainnya. Minuman bubble tea terus melakukan inovasi besar. Minuman ini terus bertransformasi agar menciptakan daya tarik bagi masyarakat.Di Amerika, orang mengenal boba dengan dua nama, yaitu bubble tea di pantai timur Amerika, dan boba di pantai barat Amerika. Meski dikenal berasal dari Taiwan, mutiara tapioka justru terbuat dari ekstrak singkong asal Amerika Selatan. Kemudian, tanaman ini masuk ke Taiwan dari Brazil pada 1895-1945. Adalah Tu Tsong-he, pemilik Hanlin Teahouse yang menjual minuman dengan bola tapioka pertama. Kala itu, ia menjual minuman dengan mutiara tapioka berwarna putih, teksturnya pun agak keras dan rasanya hambar. Lalu, Tu Tsong-he melakukan inovasi ke mutiara berwarna hitam. Mutiara ini direbus dalam tong besar dan disiram sirup karamel manis selama berjam-jam hingga menghasilkan warna hitam, teksturnya kenyal dan membal. Ini lah cikal bakal minuman bubble tea yang kamu nikmati sekarang.
Bola-bola tapioka dalam bubble tea tinggi karbohidrat namun rendah nutrisi yang seharusnya bagus untuk kesehatan karena mengandung serat, protein, vitamin, dan mineral, dan tentunya dengan tambahan teh hijau di dalamnya. Bola tapioka biasanya direbus dalam air panas hingga tiga jam dengan tambahan lebih banyak gula. Pada titik itu, bola-bola ini bisa memiliki hampir 160 kalori, sementara segelas bubble tea biasanya mengandung sekitar 400 kalori, itu pun tergantung bahan apa saja yang digunakan.
“Jangan lupakan sirup tambahan. Bubble tea bisa mengandung 65 gram gula, karena pemanisnya. Kadar gula tinggi ini kemungkinan bisa membatalkan manfaat gizi yang mungkin Anda dapatkan dari teh,” kata Malkani.
Namun, jika kamu tetap ingin mengkonsumsi bubble tea, Hillary Cecere, MS, RDN, ahli diet untuk Eat Clean Bro, menyarankan cobalah minta agar bubble tea dibuat tanpa pemanis atau ganti dengan susu rendah kalori. Sementara untuk teh nya gantilah dengan teh herbal, teh tanpa gula, atau matcha teh hijau dengan susu tanpa lemak.
“Semua itu adalah alternatif yang lebih sehat dan cara yang lebih baik untuk merasakan manfaat kesehatan dari teh,” pungkasnya.

creatived by :
